Berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an, umat Islam meyakini bahwa keselamatan itu hanyalah ada di dalam Islam, yaitu menjadi pengikut Nabi Muhammad.Tetapi berdasarkan ayat-ayat Alkitab (Bible), umat Kristen meyakini bahwa keselamatan itu hanyalah ada dalam Yesus. Maka orang yang mau selamat harus menjadi Kristen
Pertanyaannya: Mungkinkah dua-duanya benar? Kalau dua-duanya benar, pasti mustahil. Mungkinkah dua-duanya salah? Tidak mungkin! Benar, pasti salah satu, tapi yang mana?
Lantas, kitab suci manakah yang harus dipercaya? Apakah Al-Qur’an ataukah Alkitab (Bibel)?
Dalam buku ini H Insan LS Mokoginta (Wenseslaus) melakukan uji materi terhadap Al-Qur’an dan Alkitab melalui 15 tahap. Untuk disebut sebagai kitab suci yang otentik dari Tuhan, harus memiliki 15 syarat:
- Harus benar-benar bersumber dari ALLAH SWT
- Allah yang mewahyukan harus bersifat MAHA atas segala sesuat
- Harus mempertahankan bahasa aslinya ketika nabi itu menerima wahyu-Nya
- Penerima wahyu harus jelas orangnya, benar-benar jujur & berahlak mulia
- Tidak mengajarkan ajaran yang kejam dan sadis
- Memberikan pelajaran & menunjuki manusia kepada jalan yang benar
- Ayat-ayatnya tidak boleh bertentangan satu sama lainnya.
- Berbicara tentang ilmu pengetahuan harus bisa dibuktikan
- Harus sesuai dengan fitrah manusia
- Kitab tersebut harus bisa memberikan kesaksian bahwa dia diwahyukan oleh Allah SWT
- Tidak boleh melecehkan terhadap nabi-nabi Allah
- Tidak membeberkan cara merayu wanita dan pornografi secara vulgar
- Harus ada perkataan dari Allah bahwa tidak Tuhan yang wajib disembah selain diri-Nya (Qs 20:14,21:25)
- Harus ada nama agama yang berasal dari Tuhannya, bukan dari manusia atau panggilan orang (Qs 3:19, Qs 3:85, 5:3)
- Terjaganya seluruh wahyu itu dengan hafalan para pemeluknya dari awal diwahyukan sampai kiamat
Berdasarkan 15 kriteria di atas, kitab suci manakah yang harus dipercaya, Al-Qur’an ataukah Bibel? Jawabannya ada dalam buku ini.

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !