Ikhlas

Saturday, December 18, 2010

“Kalau kerja itu yang ikhlas, niatkan untuk ibadah, jangan mengharapkan imbalan”, demikian nasihat seorang teman ketika saya menyampaikan keluhan tentang tidak adanya penghargaan yang layak setelah menyelesaikan sebuah tugas.

Saya sama sekali tidak bisa membantah kalau sebuah tugas, pekerjaan, atau aktivitas apapun harus diniati ibadah. Saya sepakat 100% akan statemen tersebut. Yang saya persoalkan adalah penghargaan atas profesionalitas, kerja profesional yang tentu ada aturan mainnya. Soal ikhlas, itu urusan hati. Tidak ada ukuran dan memang sulit untuk mengukur kadar keikhlasan seseorang. Karena ikhlas adalah perkara hati. Sebuah ungkapan menyebutkan bahwa dalamnya laut masih bisa diukur, tetapi dalamnya hati siapa yang tahu?Only God knows….

Saya, dan mungkin juga anda yang sedang membaca tulisan ini tentu ingin menjalankan tugas, atau pekerjaan yang diembankan kepada kita dengan sebaik-baiknya. Nah, salah satu syarat agar kita bisa bekerja dengan baik adalah adanya kejelasan jobdesk serta konsekuensi atas pekerjaan tersebut. Dengan adanya kejelasan uraian kerja serta tanggungjawab, diiringi kejelasan dan kepastian konsekuensi atas pekerjaan tersebut, tentu seseorang akan menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : University Reference Gate | Online Learning Community | OL Community
Copyright © 2009 - 2012. Online Learning Community - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Uniregate
Proudly powered by Blogger